Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Doa Mandi Setelah Bersetubuh

Doa Mandi Setelah Bersetubuh . 

Sebagai muslim kita harus mengikuti syariat-syariat Islam, termasuk melaksanakan tuntunan agama mengenai pertingkah jima atau bersetubuh. Dalam Islam diwajibkan mandi junub atau mandi setelah melakukan persetubuhan dengan istri atau suami. Suami-istri wajib mandi untuk membersihkan sekujur tubuh tanpa kecuali, dan ada do'anya. Bukan hanya itu, tapi sebelum bersetubuh, ketika keluar mani dan setelah bersetubuh pun ada tuntunan do'anya. Berikut do'anya.'

DOA SEBELUM BERSETUBUH:
BISMILLAHI ALLAHUMMA JAANIBNA SYSYAITAANA WAJAANIBI SYSYATHAANA MAA RAZAQTANA.
Artinya : Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari campur tangan syaitan dan jauhkan pula syaitan dari apa-apa yang Engkau karuniakan kepada kami.
DO'A KETIKA KELUAR MANI (SPERMA):
ALLAHUMMAJ'AL NUTHFATANA DZURRIYYATAN THOYYIBAH
Artinya : Ya Allah jadikan nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (shalih)
DO'A SETELAH BERSETUBUH:
ALHAMDULILLAHI LLADZI KHALAQA MINAL MAA I BASYARAA
Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).
DO'A MANDI SETELAH BERSETUBUH:
NAWAITU GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBARI 'AN JAMI'IL BADANII LIKHURUJIL MANIYYI MINAL INAABATI FARDHAN LILLAHI TA'AALA.
Artinya : Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari seluruh tubuhku karena mani dari jinabat fardhu karena Allah Ta'ala.

Alasan Ulama Islam Mengkafirkan Kaum Syi�ah

Alasan Ulama Islam Mengkafirkan Kaum Syi�ah. Sejumlah tujuh belas doktrin Syi�ah yang selalu mereka sembunyikan dari kaum muslimin sebagai bagian dari pengamalan doktrin taqiyah (menyembunyikan Syi�ahnya). Ketujuh belas doktrin ini terdapat dalam kitab suci Syi�ah:
  1. Dunia dengan seluruh isinya adalah milik para imam Syi�ah. Mereka akan memberikan dunia ini kepada siapa yang dikehendaki dan mencabutnya dari siapa yang dikehendaki (Ushulul Kaafi, hal.259, Al-Kulaini, cet. India). [Jelas Doktrin semacam ini bertentangan dengan firman Allah SWT QS: Al-A�raf 7: 128, �Sesungguhnya bumi adalah milik Allah, Dia dikaruniakan kepada siapa yang Dia kehendaki�. Kepercayaan Syi�ah diatas menunjukkan penyetaraan kekuasaan para imam Syi�ah dengan Allah dan doktrin ini merupakan aqidah syirik]. 
  2. Ali bin Abi Thalib yang diklaim sebagai imam Syi�ah yang pertama dinyatakan sebagai dzat yang pertama dan terakhir, yang dhahir dan yang bathin sebagaimana termaktub dalam surat Al-Hadid, 57: 3 (Rijalul Kashi hal. 138). [Doktrin semacam ini jelas merupakan kekafiran Syi�ah yang berdusta atas nama Khalifah Ali bin Abi Thalib. Dengan doktrin semacam ini Syi�ah menempatkan Ali sebagai Tuhan. Dan hal ini sudah pasti merupakan tipu daya Syi�ah terhadap kaum muslimin dan kesucian aqidahnya]. 
  3. Para imam Syi�ah merupakan wajah Allah, mata Allah dan tangan-tangan Allah yang membawa rahmat bagi para hamba Allah (Ushulul Kaafi, hal. 83). 
  4. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib oleh Syi�ah dikatakan menjadi wakil Allah dalam menentukan surga dan neraka, memperoleh sesuatu yang tidak diperoleh oleh manusia sebelumnya, mengetahui yang baik dan yang buruk, mengetahui segala sesuatu secara rinci yang pernah terjadi dahulu maupun yang ghaib (Ushulul Kaafi, hal. 84). 
  5. Keinginan para imam Syi�ah adalah keinginan Allah juga (Ushulul Kaafi, hal. 278). 
  6. Para imam Syi�ah mengetahui kapan datang ajalnya dan mereka sendiri yang menentukan saat kematiannya karena bila imam tidak mengetahui hal-hal semacam itu maka ia tidak berhak menjadi imam (Ushulul Kaafi, hal. 158). 
  7. Para imam Syi�ah mengetahui apapun yang tersembunyi dan dapat mengetahui dan menjawab apa saja bila kita bertanya kepada mereka karena mereka mengetahui hal ghaib sebagaimana yang Allah ketahui (Ushulul Kaafi, hal. 193). 
  8. Allah itu bersifat bada� yaitu baru mengetahui sesuatu bila sudah terjadi. Akan tetapi para imam Syi�ah telah mengetahui lebih dahulu hal yang belum terjadi (Ushulul Kaafi, hal. 40). [Menurut Al-Kulaini (ulama besar ahli hadits Syi�ah), Bahwa Allah tidak mengetahui bahwa Husein bin Ali akan mati terbunuh. Menurut mereka Tuhan pada mulanya tidak tahu karena itu Tuhan membuat ketetapan baru sesuai dengan kondisi yang ada. Akan tetapi imam Syi�ah telah mengetahui apa yang akan terjadi. Oleh sebab itu menurut doktrin Syi�ah Allah bersifat bada� (Ushulul Kaafi, hal. 232)]. 
  9. Para imam Syi�ah merupakan gudang ilmu Allah dan juga penerjemah ilmu Allah. Para imam Syi�ah bersifat Ma�sum (Bersih dari kesalahan dan tidak pernah lupa apalagi berbuat Dosa). Allah menyuruh manusia untuk mentaati imam Syi�ah, tidak boleh mengingkarinya dan mereka menjadi hujjah (Argumentasi Kebenaran) Allah atas langit dan bumi (Ushulul Kaafi, hal. 165). 
  10. Para imam Syi�ah sama dengan Rasulullah Saw (Ibid). 
  11. Yang dimaksud para imam Syi�ah adalah Ali bin Abi Thalib, Husein bin Ali, Ali bin Husein, Hassan bin Ali dan Muhammad bin Ali (Ushulul Kaafi, hal. 109) 
  12. Al-Qur�an yang ada sekarang telah berubah, dikurangi dan ditambah (Ushulul Kaafi, hal. 670). Salah satu contoh ayat Al-Qur�an yang dikurangi dari aslinya yaitu ayat Al-Qur�an An-Nisa�: 47, menurut versi Syi�ah berbunyi: �Ya ayyuhalladziina uutul kitaaba aaminuu bimaa nazzalnaa fie �Aliyyin nuuran mubiinan�. (Fashlul Khitab, hal. 180). 
  13. Menurut Syi�ah, Al-Qur�an yang dibawa Jibril kepada Nabi Muhammad ada 17 ribu ayat, namun yang tersisa sekarang hanya 6660 ayat (Ushulul Kaafi, hal. 671). 
  14. Menyatakan bahwa Abu Bakar, Umar, Utsman bin Affan, Muawiyah, Aisyah, Hafshah, Hindun, dan Ummul Hakam adalah makhluk yang paling jelek di muka bumi, mereka ini adalah musuh-musuh Allah. Siapa yang tidak memusuhi mereka, maka tidaklah sempurna imannya kepada Allah, Rasul-Nya dan imam-imam Syi�ah (Haqqul Yaqin, hal. 519 oleh Muhammad Baqir Al-Majlisi). 
  15. Menghalalkan nikah Mut�ah, bahkan menurut doktrin Syi�ah orang yang melakukan kawin mut�ah 4 kali derajatnya lebih tinggi dari Nabi Muhammad Saw. (Tafsir Minhajush Shadiqin, hal. 356, oleh Mullah Fathullah Kassani). 
  16. Menghalalkan saling tukar-menukar budak perempuan untuk disetubuhi kepada sesama temannya. Kata mereka, imam Ja�far berkata kepada temannya: �Wahai Muhammad, kumpulilah budakku ini sesuka hatimu. Jika engkau sudah tidak suka kembalikan lagi kepadaku.� (Al-Istibshar III, hal. 136, oleh Abu Ja�far Muhammad Hasan At-Thusi). 
  17. Rasulullah dan para sahabat akan dibangkitkan sebelum hari kiamat. Imam Mahdi sebelum hari kiamat akan datang dan dia membongkar kuburan Abu Bakar dan Umar yang ada didekat kuburan Rasulullah. Setelah dihidupkan maka kedua orang ini akan disalib (Haqqul Yaqin, hal. 360, oleh Mullah Muhammad Baqir al-Majlisi).
Ketujuhbelas doktrin Syi�ah di atas, apakah bisa dianggap sebagai aqidah Islam sebagaimana dibawa oleh Rasulullah Saw. dan dipegang teguh oleh para Sahabat serta kaum Muslimin yang hidup sejak zaman Tabi�in hingga sekarang? Adakah orang masih percaya bahwa Syi�ah itu bagian dari umat Islam? Menurut Imam Malik dan Imam Ahmad, barangsiapa yang tidak MENGKAFIRKAN aqidah Syi�ah ini, maka dia termasuk Kafir.
Semua kitab tersebut di atas adalah kitab-kitab induk atau rujukan pokok kaum Syi�ah yang posisinya seperti halnya kitab-kitab hadits Imam Bukhari, Muslim, Ahmad bin Hambal, Nasa�i, Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majah bagi kaum Muslimin. Oleh karena itu, upaya-upaya Syi�ah untuk menanamkan kesan bahwa Syi�ah adalah bagian dari kaum Muslimin hanya berbeda dalam beberapa hal yang tidak prinsip, adalah dusta dan harus ditolak tegas !!!.
Sumber : http://www.arrahmah.com/read/2011/12/31/17123-17-alasan-ulama-islam-mengkafirkan-kaum-syiah.html

BUKTI ALLAH ITU ADA

BUKTI ALLAH ITU ADA . Sebenarnya topik semacam ini tergolong usang tetapi beberapa orang �mengaku� kesulitan memahami keberadaan Allah. Beberapa orang yang bangga menyebut dirinya atheis mengira bahwa ini adalah pertanyaan cerdas yang khas, hanya dimiliki oleh orang atheis. Padahal semua orang memiliki keingintahuan yang sama. Bedanya kalau orang beriman hanya dengan sedikit penjelasan mereka paham, sementara orang yang suka menentang ayat Allah tetap tidak mengerti atau pura-pura tidak paham, meskipun penjelasannya amat gamblang. Memangnya bagaimana mendapatkan bukti adanya Allah?

Definisi "ada" / "exist"
Sesuatu disebut sebagai ada (exist) jika memenuhi kriteria tertentu. Minimal ada tiga tingkat pemahaman manusia atas kriteria ini:
1. Sesuatu disebut ada jika dapat direspon oleh indera (dilihat didengar atau dirasakan). Ini merupakan kriteria paling primitif. Cara berfikir yang masih sangat terbelakang membuat sebagian orang berfikir demikian. Mereka mengatakan :
Apel = ada (karena bisa dilihat/dirasakan)
Allah = tidak ada (karena tak bisa dilihat/dirasakan)
Tentu saja ini salah karena banyak obyek lain yang tidak bisa dilihat/dirasakan padahal dia benar benar ada. Contohnya: atom dan partikel sub atomik seperti proton, neutron, dan elektron.
2. Sesuatu disebut ada jika bisa dibuktikan fenomenanya di laboratorium. Beberapa orang menganggap kriteria ini setingkat lebih canggih dari kriteria no 1 di atas, meskipun keduanya sama-sama mendasarkan opini pada fakta empirik. Mereka mengatakan:
Elektron = ada (terbukti di laboratorium)
Allah = tidak ada (karena tidak terbukti di laboratorium)
Ini juga salah besar karena ada objek yang sampai saat ini belum terbuktikan di laboratorium padahal sudah diyakini keberadaannya bahkan dipakai dalam beberapa perhitungan ilmiah dalam permodelan alam semesta. Objek tersebut adalah Black Hole.
3. Sesuatu disebut ada karena secara logika keilmuan dia ada (meskipun tidak terlihat dan tidak teridentifikasi di laboratorium).
Black Hole = ada meskipun tak terlihat/tak terbukti di laboratorium
Allah = ada meskipun tak terlihat/tak terbukti di laboratorium
Membuktikan Eksistensi Black Hole 
Membuktikan Eksistensi Allah
Black Hole bukan merupakan objek yang terindera sebagaimana bintang dan planet, dan sampai saat ini masih merupakan sebuah teori yang untuk sementara diyakini kebenarannya secara ilmiah. Banyak orang lupa bahwa konsep black hole diajukan berkaitan dengan jumlah total massa alam semesta, yang terlalu kecil. "Diperlukan" massa tambahan dalam alam semesta "untuk menjaga" agar bentuk dan laju pengembangan alam semesta sama dengan yang teramati saat ini. Jika tidak ada black hole sebagai sebuah massa yang cukup besar maka alam semesta sudah terburai, dengan massa yang saling menjauhi dalam kecepatan yang tidak terkendali. Kenyataan nya mengembangnya semesta tetap berada dalam laju yang memenuhi syarat untuk tidak saling terlepas.
Jika orang meminta bukti untuk melihat foto black hole maka tak satupun yang bisa ditunjukkan, begitupun jika dia ingin melihat eksperimen di laboratorium untuk membuktikan adanya black hole, tetap tak ada yang bisa ditunjukkan. Black hole ada dan diyakini ada dalam sebuah teori. Sederhananya kalau black hole tak ada maka wujud alam semesta tidaklah seperti sekarang ini.
Kesimpulan 1:
Black hole atau apa pun namanya pasti ada, dan tidak mungkin tak ada. Ini adalah eksistensi black hole. Dari titik ini kita bisa membuktikan eksistensi Allah dengan logika yang sama. Bagaimana caranya?
Sebuah kesepakatan ilmiah yang diyakini kebenarannya adalah kenaikan entropi alam semesta. Pada kondisi normal semua sistem di alam semesta yang dibiarkan tanpa gangguan cenderung menjadi tak teratur, terurai, dan rusak sejalan dengan waktu.
Teori lahirnya alam semesta Big Bang, menjelaskan bahwa alam semesta dimulai ketika terjadi ledakan besar dari sebuah massa sangat besar yang berukuran amat sangat kecil. Menurut hukum entropi mestinya sebuah ledakan yang terjadi secara alamiah akan mengalami kenaikan entropi (menuju ketidakteraturan) akan tetapi kenyataannya Big Bang menghasilkan sebuah sistem Jagat raya yang serba teratur dengan tingkat kerumitan perhitungan massa kecepatan dan posisi benda benda langit yang diluar nalar manusia.
Yang terbaca dalam mekanisme terbentuknya alam semesta adalah bahwa ledakan besar yang terjadi seolah olah diarahkan menuju sebuah keteraturan tertentu sehingga entropinya bukan naik melainkan turun. Artinya ada "energi" yang ditambahkan ke dalam mekanisme big bang. Itu artinya big bang terjadi bukan secara alamiah melainkan by design. Ada campur tangan jenius yang membuat sebuah ledakan menjadi sebuah keteraturan maha dahsyat sebagaimana teramati dalam alam semesta kita ini.
Banyak orang mengungkapkan dalam kalimat lebih sederhana,"Alam semesta demikian indah teratur serba terukur serta memiliki skala yang tak terjangkau nalar manusia,.. tidak mungkin terjadi dengan sendirinya,.. pasti ada super jenius yang merancangnya. Dialah Allah,... atau siapapun namanya,.. Dia lah Sang Pencipta Semesta (creator of the universe).
Kesimpulan 2:
Allah atau siapapun NamaNya,.. Creator of the universe pasti ada dan tidak mungkin tak ada. Ini adalah eksistensi Allah. Tidak mungkin Allah pencipta itu tidak ada,.. karena kalau tak ada pencipta pasti wujud alam semesta tidak seperti sekarang ini.
Allah berfirman dalam Al Quran,"Kami akan perlihatkan kepada mereka tanda tanda kekuasaan kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Quran ini adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup bagi kamu, bahwa seseungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu". (by adil muhammadisa).
Sumber : http://wiseislam.blogspot.com/2013/08/bukti-adanya-allah-creator-of-universe.html

Tanya Jawab Seputar Penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia

Tanya Jawab Seputar Penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia . Penyelenggaraan Miss World 2013 ini sebenarnya pelaksanaannya 2 bulan yang lalu. Jadi tidak aktual lagi. Namun bagaimana hukumnya menurut syari�at Islam, itu tidak akan pernah bergeser dan basi, dan itu harus dipahami oleh segenap umat Muslim di seluruh dunia, termasuk kaum muda muslim yang belum paham mengapa Miss World di Indonesia mesti ditolak.  Oleh karena itu dengan tujuan ikut memperbanyak media share, saya posting materi ini yang diambil dari artikelassunah.blogspot.com.  Miss World 2013 adalah edisi ke-63 dari kontes kecantikan Miss World, yang diselenggarakan pada tanggal 28 September 2013 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), di Nusa Dua, Bali, Indonesia.
Kontes kecantikan ini banyak menuai protes karena notabene Negara Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, sedangkan Miss World adalah kontes kecantikan yang pastinya dari yang lalu-lalu membuka auratnya ke mana-mana.
Sedangkan Islam sendiri mewajibkan kepada para kaum muslimah menutup auratnya.
Untuk lebih jelasnya, mari kita simak tanya jawab seputar Miss World 2013 di Indonesia dengan Para Asatidz kita.
Pertanyaan pertama
Assalamu�alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sebagaimana kita ketahui bersama, ada rencana diselenggarakan kontes kecantikan sedunia (Miss World), yang diselenggarakan di Indonesia, di mana hal ini bertentangan secara adat positif masyarakat dan bangsa Indonesia. Lalu bagaimana tinjauan syariat akan hal ini?
Jawaban oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.
Dengarkan jawabannya secara langsung (dengan mengklik play dibawah ini). Tunggu sampai muncul perangkat audionya jika membutuhkan loading agak lama.





Pertanyaan Kedua
Pak, Ustadz, saya dititipi anak, Ibunya pergi untuk berdemo tolak Miss World. Apakah saya salah?
Jawaban oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc. 
Dengarkan jawabannya secara langsung (dengan mengklik play dibawah ini)







Pertanyaan Ketiga

Ustadz, kita sangat prihatin terhadap adanya rencana kontes kecantikan sedunia (Miss World) yang akan diselenggarakan di Indonesia. Saya diajak oleh rekan saya untuk turun ke jalan guna menentang acara tersebut, bagaimanakah tinjauan syariat (Islam) tentang hal ini? Dan apa saja yang harus/bisa dilakukan oleh kaum Muslimin untuk menentang dan menggagalkan program tersebut?

Jawaban oleh Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.. 

Dengarkan jawabannya secara langsung (dengan mengklik play dibawah ini)

Pendapat Mengenai Jumlah Raka�at Shalat Tarawih

Pendapat Mengenai Jumlah Raka�at Shalat Tarawih . Jadi, shalat tarawih 11 atau 13 raka�at yang dilakukan oleh Nabi shallallahu �alaihi wa sallam bukanlah pembatasan. Sehingga para ulama dalam pembatasan jumlah raka�at shalat tarawih ada beberapa pendapat.

Pendapat pertama, yang membatasi hanya sebelas raka�at. Alasannya karena inilah yang dilakukan oleh Nabi shallallahu �alaihi wa sallam. Inilah pendapat Syaikh Al Albani dalam kitab beliau Shalatut Tarawaih.
Pendapat kedua, shalat tarawih adalah 20 raka�at (belum termasuk witir). Inilah pendapat mayoritas ulama semacam Ats Tsauri, Al Mubarok, Asy Syafi�i, Ash-haabur Ro�yi, juga diriwayatkan dari �Umar, �Ali dan sahabat lainnya. Bahkan pendapat ini adalah kesepakatan (ijma�) para sahabat.
Al Kasaani mengatakan, ��Umar mengumpulkan para sahabat untuk melaksanakan qiyam Ramadhan lalu diimami oleh Ubay bin Ka�ab radhiyallahu Ta�ala �anhu. Lalu shalat tersebut dilaksanakan 20 raka�at. Tidak ada seorang pun yang mengingkarinya sehingga pendapat ini menjadi ijma� atau kesepakatan para sahabat.�
Ad Dasuuqiy dan lainnya mengatakan, �Shalat tarawih dengan 20 raka�at inilah yang menjadi amalan para sahabat dan tabi�in.�
Ibnu �Abidin mengatakan, �Shalat tarawih dengan 20 raka�at inilah yang dilakukan di timur dan barat.�
�Ali As Sanhuriy mengatakan, �Jumlah 20 raka�at inilah yang menjadi amalan manusia dan terus menerus dilakukan hingga sekarang ini di berbagai negeri.�
Al Hanabilah mengatakan, �Shalat tarawih 20 raka�at inilah yang dilakukan dan dihadiri banyak sahabat. Sehingga hal ini menjadi ijma� atau kesepakatan sahabat. Dalil yang menunjukkan hal ini amatlah banyak.�
Pendapat ketiga, shalat tarawih adalah 39 raka�at dan sudah termasuk witir. Inilah pendapat Imam Malik. Beliau memiliki dalil dari riwayat Daud bin Qois, dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan riwayatnya shahih.
Pendapat keempat, shalat tarawih adalah 40 raka�at dan belum termasuk witir. Sebagaimana hal ini dilakukan oleh �Abdurrahman bin Al Aswad shalat malam sebanyak 40 raka�at dan beliau witir 7 raka�at. Bahkan Imam Ahmad bin Hambal melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan dengan jumlah raka�at yang tak terhitung  sebagaimana dikatakan oleh �Abdullah, anaknya.
Kesimpulan dari pendapat-pendapat yang ada sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, �Semua jumlah raka�at di atas boleh dilakukan. Melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan dengan berbagai macam cara tadi itu sangat bagus. Dan memang lebih utama adalah melaksanakan shalat malam sesuai dengan kondisi para jama�ah. Kalau jama�ah kemungkinan senang dengan raka�at-raka�at yang panjang, maka lebih bagus melakukan shalat malam dengan 10 raka�at ditambah dengan witir 3 raka�at, sebagaimana hal ini dipraktekkan oleh Nabi shallallahu �alaihi wa sallam sendiri di bulan Ramdhan dan bulan lainnya. Dalam kondisi seperti itu, demikianlah yang terbaik.
Namun apabila para jama�ah tidak mampu melaksanakan raka�at-raka�at yang panjang, maka melaksanakan shalat malam dengan 20 raka�at itulah yang lebih utama. Seperti inilah yang banyak dipraktekkan oleh banyak ulama. Shalat malam dengan 20 raka�at adalah jalan pertengahan antara jumlah raka�at shalat malam yang sepuluh dan yang empat puluh. Kalaupun seseorang melaksanakan shalat malam dengan 40 raka�at atau lebih, itu juga diperbolehkan dan tidak dikatakan makruh sedikitpun. Bahkan para ulama juga telah menegaskan dibolehkannya hal ini semisal Imam Ahmad dan ulama lainnya.
Oleh karena itu, barangsiapa yang menyangka bahwa shalat malam di bulan Ramadhan memiliki batasan bilangan tertentu dari Nabi shallallahu �alaihi wa sallam sehingga tidak boleh lebih atau kurang dari 11 raka�at, maka sungguh dia telah keliru.�
Dari penjelasan di atas kami katakan, hendaknya setiap muslim bersikap arif dan bijak dalam menyikapi permasalahan ini.  Sungguh tidak tepatlah kelakuan sebagian saudara kami yang berpisah dari jama�ah shalat tarawih setelah melaksanakan shalat 8 atau 10 raka�at karena mungkin dia tidak mau mengikuti imam yang melaksanakan shalat 23 raka�at atau dia sendiri ingin melaksanakan shalat 23 raka�at di rumah.
Sumber : http://muslim.or.id/ramadhan/shalat-tarawih-2-11-atau-23-rakaat.html#_ftn10 
Sumber ilustrasi : http://artikelassunnah.blogspot.com/2012/07/jumlah-rakaat-shalat-tarawih-pilihan.html
NB : Artikel ini hasil copy paste sebagian (sub pembahasan/penggalan) dari link sumber di atas.

Sayyidina Ali Jual-Beli Unta dengan Dua Malaikat

Sayyidina Ali Jual-Beli Unta dengan Dua Malaikat . Kisah ini diriwayatkan Ja�far bin Muhammad, yang memiliki sanad dari ayahnya, lalu dari kakeknya. Suatu ketika, cerita kakek Ja�far, Sayyidina Ali bin Abi Thalib karramaLlahu wajhah mengunjungi rumahnya selepas silaturahim kepada Rasulullah.
Di rumah itu Ali menjumpai istrinya, Sayyidah Fathimah, sedang duduk memintal, sementara Salman al-Farisi berada di hadapannya tengah menggelar wol.
�Wahai perempuan mulia, adakah makanan yang bisa kau berikan kepada suamimu ini?� tanya Ali kepada istrinya.
�Demi Allah, aku tidak mempunyai apapun. Hanya enam dirham ini, ongkos dari Salman karena aku telah memintal wol,� jawabnya. �Uang ini ingin aku belikan makanan untuk (anak kita) Hasan dan Husain.�
�Bawa kemari uang itu.� Fathimah segera memberikannya dan Ali pun keluar membeli makanan.
Tiba-tiba ia bertemu seorang laki-laki yang berdiri sambil berujar, �Siapa yang ingin memberikan hutang (karena) Allah yang maha menguasai dan mencukupi?� Sayyidina Ali mendekat dan langsung memberikan enam dirham di tangannya kepada lelaki tersebut.
Fatimah menangis saat mengetahui suaminya pulang dengan tangan kosong. Sayyidina Ali hanya bisa menjelaskan peristiwa secara apa adanya.
�Baiklah,� kata Fathimah, tanda bahwa ia menerima keputusan dan tindakan suaminya.
Sekali lagi, Sayyidina Ali bergegas keluar. Kali ini bukan untuk mencari makanan melainkan mengunjungi Rasulullah. Di tengah jalan seorang Badui yang sedang menuntun unta menyapanya. �Hai Ali, belilah unta ini dariku.�
�Aku sudah tak punya uang sepeser pun.�
�Ah, kau bisa bayar nanti.�
�Berapa?�
�Seratus dirham.�
Sayyidina Ali sepakat membeli unta itu meskipun dengan cara hutang. Sesaat kemudian, tanpa disangka, sepupu Nabi ini berjumpa dengan orang Badui lainnya.
�Apakah unta ini kau jual?�
�Benar,� jawab Ali.
�Berapa?�
�Tiga ratus dirham.�
Si Badui membayarnya kontan, dan unta pun sah menjadi tunggangan barunya. Ali segara pulang kepada istrinya. Wajah Fatimah kali ini tampak berseri menunggu penjelasan Sayyidina Ali atas kejadian yang baru saja dialami.
�Baiklah,� kata Fatimah selepas mendengarkan cerita suaminya.
Ali bertekad menghadap Rasulullah. Saat kaki memasuki pintu masjid, sambutan hangat langsung datang dari Rasulullah. Nabi melempar senyum dan salam, lalu bertanya, �Hai Ali, kau yang akan memberiku kabar, atau aku yang akan memberimu kabar?�
�Sebaiknya Engkau, ya Rasulullah, yang memberi kabar kepadaku.�
�Tahukah kamu, siapa orang Badui yang menjual unta kepadamu dan orang Badui yang membeli unta darimu?�
�Allah dan Rasul-Nya tentu lebih tahu,� sahut Ali memasrahkan jawaban.
�Sangat beruntung kau, wahai Ali. Kau telah memberi pinjaman karena Allah sebesar enam dirham, dan Allah pun telah memberimu tiga ratus dirham, 50 kali lipat dari tiap dirham. Badui yang pertama adalah malaikat Jibril, sedangkan Badui yang kedua adalah malaikat Israfil (dalam riwayat lain, malaikat Mikail).�
Kisah yang bisa kita baca dari kitab al-Aqthaf ad-Daniyah ini menggambarkan betapa ketulusan Ali dalam menolong sesama telah membuahkan balasan berlipat, bahkan dengan cara dan hasil di luar dugaannya.
Keluasan hati istrinya, Fathimah, untuk menerima keterbatasan juga melengkapi kisah kebersahajaan hidup keluarga ini. Dukungan penuh dari Fathimah telah menguatkan sang suami untuk tetap bermanfaat bagi orang lain, meski untuk sementara waktu mengabaikan kepentingannya sendiri: makan. (Mahbib Khoiron)
Sumber : www.nu.or.id

Kisah PNS Jujur Mimpi Naik Haji dan Jumpa Nabi

Kisah PNS Jujur Mimpi Naik Haji dan Jumpa Nabi . Kisah ini adalah tentang tetangga yang saya kenal saat saya masih kuliah. Sebut saja namanya Pak Arif. Mungkin ia terlampau jujur, atau mungkin ia memang tak berbakat curang.
Tak seperti teman-temannya, tiga puluh tahun menjadi pegawai negeri sipil, hidup Pak Arif tak kunjung berubah. Sementara teman-temannya, entah bagaimana, sudah bisa membeli rumah dan bahkan mobil.
Bukannya ia tak ingin kaya. Ia ingin sekali punya banyak uang. Ia ingin pergi menunaikan haji. Dengan uang halal tentunya.
Demikianlah setiap bulan sedikit demi sedikit ia menyisihkan beberapa puluh ribu. Terkadang bisa beberapa ratus ribu. Setiap malam ia berdoa mohon diberi rezeki bisa menunaikan haji.
Tetapi mungkin Tuhan belum berkenan menerimanya sebagai tamu di rumah-Nya:  setiap terkumpul beberapa juta, uangnya selalu berkurang�terkadang habis�karena untuk biaya berobat. Atau, mungkin karena lelaki itu terlalu baik: jika semuanya baik-baik saja, selalu ada hal yang membuatnya mengambil tabungannya; ia sering tak tega melihat ada orang yang kesusahan.
Kadang, ia mengambil tabungannya setiap kali melihat anak tetangganya  kesulitan membayar SPP. Atau saat ada berita bencana, ia selalu mengambil tabungannya untuk membantu. Dan anehnya, sepertinya ia ditakdirkan bertemu dengan orang-orang yang kesusahan.
Selama bertahun-tahun uang tabungannya yang tak banyak itu lebih banyak dipakai untuk membantu orang. Tentu kita paham sekarang mengapa tabungannya  tak pernah cukup untuk biaya naik haji, apalagi biayanya tiap tahun terus naik. Tetapi ia terus berdoa mohon bisa sampai ke Tanah Suci, dan terus menabung, walau tabungannya tak pernah bertambah banyak.
Kini Pak Arif sudah pensiun. Ia tak bisa lagi menabung banyak-banyak. Uangnya  cukup untuk sehari-hari  tetapi selalu bisa menyisihkan sedikit uangnya untuk ditabung, meski pada akhirnya habis juga karena untuk menolong orang.
Apakah ia putus asa? Tidak. Ia tetap berdoa, dengan doa yang sama seperti tiga puluh tahun yang lalu. Hingga suatu malam pada malam tanggal sembilan bulan haji, ia bermimpi berada di Mekah. Ia melaksanakan semua ritual haji-tawaf, wuquf dan sebagainya. Dalam mimpinya, saat wuquf itu ia dikunjungi Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Ia terbangun tepat saat adzan subuh. Ia menangis, sebab ternyata itu hanya mimpi. Tetapi ia bahagia karena bermimpi bertemu Kanjeng Nabi.
Seminggu sesudah mimpi  ia pagi-pagi kedatangan tamu. Mengaku utusan dari mantan atasannya, yang baru saja naik haji dengan ONH plus. Utusan itu berkata kepadanya, �Sesuai pesen bapak, ini saya diutus mengantar kenangan-kenangannya yang Pak Arif minta untuk dicetak.�
Utusan itu menyerahkan sebuah foto. Pak Arif memandang foto itu lama sekali: ia belum pernah ke Arafah, tetapi di foto itu tampak sang atasan duduk bersama Pak Arif memakai baju ihram di Padang Arafah.
Tri Wibowo BS
Lereng Merapi, Yogyakarta.
Sumber : website NU